Postingan

Tuh Kan Gak Didengerin

Gambar
Ceritanya si doi baru cerita nih... bla..bla..bla... Kadang panjang kadang pendek... Dan dia-nya bilang "Mas... tuh kan gak didengerin...". Memang kadang saya gak perhatian dengan apa yang disampaikan, tapi kadang juga sedang mencoba mencerna, tapi kadang juga tiba-tiba pergi ke antah berantah ;-) Ya ada benernya juga dia nanya begitu, namanya juga sharing , pasti paling tidak ada dua belah pihak yang terlibat, kalau hanya salah satu, ngapain juga harus cerita... Mending ngomong sendiri aja di kaca ^^ Sebenernya saya malah bersyukur juga karena dia perhatian dengan apa yang disampaikan, dengan lawan bicaranya juga, yaitu saya sendiri. Jadi berarti menganggap apa yang disampaikan adalah sesuatu yang penting, yang layak untuk didengarkan dan butuh respon dari pendengarnya. Terkadang dari sini saya juga berefleksi, bagaimana jika Tuhan berbicara dengan saya? Apakah saya masih perhatian dengan-Nya, apakah saya memberikan respon... Tuhan juga layak didengar, saya harus mendengar-N...

Pertama Kenal

Gambar
Mungkin nggak sih pada penasaran gimana awalnya aku bisa kenal sama partner nulis yang ada di blog ini? 😄 Kali ini aku mau cerita tentang kisah awal kenalan kami yang akhirnya sekitar 14 tahunan kemudian, kami dipertemukan kembali.  Mungkin kalau sebelumnya dulu kami nggak kenal, mungkin kami pun enggan saling berkenalan di masa 14 tahunan kemudian. Cara Tuhan memang luar biasa indahnya, apa yang terjadi di masa lalu, bisa membawa kejadian di masa depan. Oke deh, langsung cerita aja ya awal kami kenal dari versiku 😊 Jogja - tahun 2006 - di suatu perkuliahan di salah satu kampus di Jogja "Kamu udah punya kelompok belum?" tanyaku pada seseorang yang duduk di sebelah bangkuku. Kali ini memang aku masuk di kelas yang bahkan tidak ada temanku sama sekali, nggak kebagian kelas bareng teman-temanku ataupun pacarku, efek dari KRS-an yang rebutan. Dan lagi, ini isi kelas dari angkatan kakak tingkat dan adik tingkat. Dannnn ada tugas kelompok 😕 nggak punya teman 😭 Tapi masih untung...

Cara Tuhan mengasihiku - Cara Tuhan mengasihimu

Gambar
Di suatu pagi, di sebuah kost di Palur, 25 Januari 2021 Seindah siang disinari terang cara Tuhan mengasihiku; seindah petang dengan angin sejuk cara Tuhan mengasihiku. Tuhanku lembut dan penyayang dan aku mengasihi Dia. KasihNya besar; agung dan mulia cara Tuhan mengasihiku.   Sedalamnya laut seluas angkasa cara Tuhan mengasihimu; seharum kembang yang tetap semerbak cara Tuhan mengasihimu. DamaiNya tetap besertamu; dan sorgalah pengharapanmu. Hidupmu tent’ram; kau nikmati penuh cara Tuhan mengasihimu. Ketika pagi hari aku disibukkan persiapan untuk beraktifitas, ku buka handphone sejenak karena ada notif pesan whatsapp yang masuk. Ternyata itu dari mas Hadi, mengirimkan alunan lagu yang dia nyanyikan sendiri diiringi alunan irama gitar.  Aku menikmati nyanyian lagunya dari bait 1, lalu mulai ke bait 2, tiba-tiba aku merasa terharu, dan air mata memaksa keluar. Dengan tiap kalimat yang dinyanyikannya itu serasa dia mendoakanku untuk tetap d...

Kita Kemana Ya?

Gambar
  Setiap hari kita sudah disibukkan dengan kegiatan yang padat, seringkali kita juga beralasan tidak ada waktu lagi untuk menikmati waktu yang ada. Tapi seharusnya tidak ada alasan untuk itu, dalam setiap kondisi apapapun, sesibuk apapun Tuhan memberi kesempatan untuk menikmati setiap hal. Apapun yang kita lakukan, lakukanlah itu untuk Tuhan, berarti kita harus bersukacita atas segala sesuatu, yang berarti juga menikmatinya. Namun kita juga punya wiken, yeeey.... waktu khusus untuk istirahat, waktu khusus untuk menikmati hari tanpa kesibukan atau rutinitas harian, punya quality time dengan si doi ;-).  "Jadi, kita mau kemana?". Yang jelas makan... makan tapi sewa tempat, karna pasti, kami akan cukup lama berada di tempat makan.. Kami mencoba memilih tempat terbuka ketimbang dalam ruangan, atau paling tidak ruang yang punya sirkulasi udara yang baik.. maklum masih PPKM, harus jaga diri dan orang lain... Lebih dari itu, kami punya waktu untuk ngobrol banyak hal tentang hidup. B...

Bicaralah

Gambar
Si doi sering banget bilang "Nyebeliin...". Meskipun kadang saya tahu hal yang dia bikin sebel, saya masih tetep tanya, "Apa yang bikin kamu sebel?", lalu dia menjawab, "Masak gak tahu?". Sambil santai dan tersenyum saya membalas, "Memang aku bisa baca pikiranmu? Aku gak tahu, jadi kamu sebel karena apa?". Setelah itu dia kembali mengulangi pernyataannya, "Ya pokoknya nyebelin...". Sambil nyantai dan menggodanya, langsung saja saya timpali pernyataan yang sama, "Iiih nyebelin...iihhh..nyebelinn...". Hingga pada akhirnya suasana mencair dan menceritakan hal yang membuatnya sebel. Kadang dalam hidup ini, banyak orang juga beranggapan bahwa orang lain akan tahu apa yang dia mau tapi tanpa harus diberi tahu. Padahal tidak dong. Manusia tidak bisa membaca pikiran, orang jadi tahu karena diberi tahu, kecuali kalau yang bersangkutan mencari tahu dari sumber lain. Tapi inipun salah, bisa saja informasi itu tidak benar, sehingga alangk...

Bersama

Gambar
Manusia didesain tidak hanya untuk hidup seorang diri saja. Manusia adalah makhluk sosial, yang artinya membutuhkan orang lain, untuk saling memberi dan saling menerima. Bahkan di Alkitab sendiri pun bilang, "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja", sehingga Allah menciptakan seorang perempuan untuk menjadi penolong. Mungkin konteksnya sedikit tidak tepat, tapi maksudnya adalah manusia tidak akan mampu hidup hanya seorang diri. Bisa dibayangkan jika tinggal di hutan dan hidup di sana sendiri, mungkin saja bisa bertahan hidup, tapi apa yang bisa dilakukannya? Hidup sendiri bukan berarti juga tidak hanya hidup 'literally' sendiri. Ada orang-orang yang ada disekeliling kita, tapi dia hidup sendiri, menyendiri... Merasa tidak membutuhkan orang lain, tidak mau berurusan dengan orang lain, melakukan semua juga hanya untuk pemenuhan ambisi pribadi. Padahal manusia hidup itu harus memberi dampak kepada orang lain, memberi pertolongan, sehingga bisa berespon dan berti...

Mencukupkan Diri

Gambar
  Suatu kali berangkat kerja, saya berencana untuk mampir ke sebuah bengkel tambal ban dengan tujuan mengisi angin untuk ban motor yang sudah terasa kempis dan tidak nyaman digunakan untuk perjalanan. Dari rumah, saya sudah menyiapkan uang untuk membayar biaya itu, saya lebihkan sedikit dari biaya pada umumnya. Ada satu bengkel yang sering saya kunjungi untuk mengisi angin. Sengaja saya lewat ke jalan menuju bengkel itu. Tapi dalam perjalanan itu, saya melihat satu bengkel pertama, secara refleks saya menghentikan laju motor saya, tidak berpikir panjang untuk mengisi angin di bengkel yang bukan biasanya saya kunjungi, hanya pernah sekali sebelumnya saya menggunakan jasa bengkel tersebut. Setelah selesai mengisi angin, segera saya sodorkan uang untuk biayanya, dan segera bersiap untuk melanjutkan perjalanan saya. Tapi bapak pemilik bengkel itu segera mencari uang kembalian dan segera menyodorkan kembali pada saya. Saya menolaknya, tetapi bapak tersebut lebih bersikeras untuk mem...